Mulusnya Tubuh Janda Muda - Zona Dewasa

Zona Dewasa

zona dewasa, cerita sex, dan film bokep

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 17 April 2018

Mulusnya Tubuh Janda Muda



MULUSNYA TUBUH JANDA MUDA

Aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Bandung kota bunganya cewek-cewek cakep, dan saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Disebelah kostku ada sebuah warung kecil lengkap, lengkap dengan artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun,sandal,gula,lombok,roti,permen,dan sebagainya itu ada semua.

Aku sudah berlangganan dengan warung sebelah. Aku bila tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk utang.

Warung itu milik ibu Vera (tapi aku memnaggilnya Tante Vera), seoarang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Vera buka pagi-pagi sekitar jam 4.30, terus tutupnya juga sekitar jam 9 malam. Warung itu di tungguin oleh tante Vera sendiri dan keponakannya yang SMA, Apui namanya.

seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung trus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama-sama teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang, aku liat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam). Aku keluar rumah menuju  warung tante Vera, aku jadi ragu apa warung Tante Vera masih buka yah..,aku ingin membeli rokok.Oh, ternyata warung Tante Vera masih buka, tapi kok sepi..,"Mana yang jualan"batinku

"Tante..,Tante..,Dik Apui..,Dik Apui", lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini,
Ah kucoba panggil sekali lagi,
"Permisi..,Tante Vera?".

"Oh ya..,tungguuu", Ada suara dari dalam, wah jadi deh beli rokok akhirnya.
Yang keluar ternyata Tante Vera, Tubuhnya hanya menggunakan handuk kecil yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa sambil mengucek-ngucek rambutnya yang keliatannya baru selesai mandi dan juga habis keramas.
"Oh maaf Tante, saya mau mengganggu nich..,saya mo beli rokok gudang garam filter, lho dik Chandra mana?
"O..,Chandra sedang di bawa ama kakeknya..,katanya kangen ama cucu..,maaf ya mas Apui Tante pake pakaian kayak gini..baru abis mandi sih"
"Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat bagian tubuh yang lain Tante Vera yang terbungkus handuk..,kulitnya putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku liat sebagian besar tubuh Tante Vera, soalnya biasanya Tante Vera selalu pakai baju kebaya. Dan lagi dengan hanya handuk yang di lilitkan di atas dadanya berarti Tante Vera tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.
"Malam gini kok belum tutup warungnya Tante..?"
"Iya mas Apui, sekarang ini mau saya tutup, tapi permisi dulu ya, saya mau ganti pakaian dulu?
"Oh biar saya bantu ya Tante,sementara Tante berpakaian",kataku
Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkain papan-papan.

 "wah ngerepotin Mas Apui" kata Tante Vera..,"sini biar Tante ikut bantu juga".Warung sudah tertutup, dan aku pulang lewat pintu belakang warung.
"Terima kasih lho Mas Apui..?"
"Sama-sama.."kataku
"Tante saya lewat belakang saja" .
Saat aku dan Tante Vera berpapasan di antara rak-rak dagangan,badanku menubruk Tante, tanpa di duga handuk penutup di dadanya terlepas, dan Tante Vera terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja Tante Vera menjerit sambil secara reflek memelukku.
"Mas Apui..,tolong ambil handuk yang terjatuh terus lilitkan di badan Tante",kata Tante dengan muka merah padam.
Aku jongkok mengambil handuk Tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda dengan back ground hitam rambut-rasmbut halus di sekitar memeknya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil sambil membalut tubuk tante dengan handuk yang jatuh tadi.Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuk Tante.
"Mas Apui burungnya bangun ya..?
"Iya Tante..,ah jadi malu saya..,habis saya lihat Tante seperti ini bau parfumnya harum lagi, jadi nafsu saya terangsang Tante.." 
Ah tidak apa-apa kok Mas Apui itu wajar, berarti Mas Apui laki-laki normal."
ëh ngomong-ngomong Mas Apui kapan mau nikah..?"
"Ah belum terpikir Tante.."
"Yah kalo mau nikah harus siap lahir bathin lho..,jangan kayak mantan suami Tante..,tidak bertanggung jawab kepada keluarga..,nah akibatnya sekarang Tante harus berstatus janda.Begini tidak enaknya jadi janda,malu...tapi ada yang lebih menyiksa Mas Apui..kebutuhan bathin.."
"Oh ya Tante..terus gimana caranya memenuhi kebutuhan itu..",tanya ku usil.

"Yah Tante tahan-tahan aja..".
kasihan..,bathinku..,andaikan..,andaikan..,aku di izinkan olehnya, biar memenuhi kebutuhan bathin Tante Apui..,ouugghh..,pikiranku tambah usil.Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah,agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.
"Mas Apui burungnya bangun ya..?"
Aku cuma mengangguk saja, diluar dugaanku tiba-tiba tangan Tante Vera meraba burungku.

"Wow besar juga burungmu, Mas Apui..,burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belum..?"
"Belum jawabku bohong sambil terus diraba di elus turun naik,aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.
"Mas..,boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr aja..?", belum sempat aku menjawab Tante Vera sudah menarik sarungku,praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.
"Oh..,sampe keluar gini mas..?"
"iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tau berapa panjang burungku..?"kataku sambil terus menikmati kocokan Tante Vera
"Wah Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Vera pasti bakal seneng dapat suami kaya Mas Apui..",kata Tante sambil trus mengocok burungku.




Ouugghhh..,nikamt sekali dikocok Tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Vera sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, dan burungku di tempelkan di belahan dadanya ternyata sudah di gosok-gosokkan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.

Ough..,Tante..,nikmat tante..,ough..",desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan,kali ini Tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil, dengan lahapnya dia keluar masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot..,ough..,seperti Tante Vera merasakan cairan encer maniku> Asin rasanya aku seperti terbang rasanya.

Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu..,ough..,sessshhh
Aku kaget, tiba-tiba Tante hentikan kegiatannya, dia pegangi burungku di tariknya sambil berjalan ke meja dagangan yang ada di sudut , Tante Vera naik keatas meja sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.
"Mas Apui.., berbuatlah sesukamu.., cepat mas.., cepat..!".

Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow..,pemandangan begini indah, memek dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak.Aku jadi tidak percaya kalau Tante Vera sudah punya anak, aku langsung menjilat memeknya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari memeknya. Aku lahap rakus memek Tante, aku mainkan lidahku di clirotisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang memeknya.

"Ough Mas..,ough..",desah Tante sambil memegangi susunya sendiri.
"Terus mas..,Maas..",aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam memeknya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.
Kemudian Tante Vera membalikkan badannya terlentang di atas meja dengan kedua paha di tekuk ke atas.
"Ayo Mas Apui.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu mas..,burungmu sudah pengen ke sarangnya.., wooww.., Mas Apui.., burung mas APUI kalau bangun dongak ke atas ya..?". Aku hampir tidak denger komentar Tante Vera soal burungku, aku meliat pemandangan demikian menantang, memek dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin drmikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir memeknya.
"Augh.."teriak Tante
"Kenapa Tante..?",tanyaku kaget
"Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..",aku masukkan kepala burungku di memeknya sempit sekali.
"Tante..,sempit sekali Tante..?"
"Tidak apa-apa Mas..,terus saja..,soalnya sudah lama sich Tante tidak ginia.., ntar juga nikmat.."
Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit..,baru setengah dari burungku amblas.., Tante Vera sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana kemari.

"Augh.., Mas.., ouuhh.., mas.., nikmat Mas.., terus mas.., oughh..".
begitu juga aku.., walaupun burungku masuk ke memeknya cuma setengah, tapi sedotannya ougghh luar biasa.., berdenyut nikmat sekali.
Semakin lama gerakanaku semakin cepat.Kali ini burungku sudah amblas di makan memek Tante Vera. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Vera. Tiba-tiba Tanter terduduk sambil memelukku, mencakarku.



oughh Mas..,ough..,luar biasa.., ough.., Mas Apui..",katanya sambil merem melek.
"kayaknya ini yang namanya orgasme.., oughh..",burungku tetap di memek Tante Vera.
"Mas Apui sudah mau keluar ya..? Kontolnya rasanya menggembung".Aku menggeleng.

Ternyata kurasakan geli amat sangat terasa keluar mani encer creet..."Enak geli rasanyacairan Mas Apui "kata Tante Vera. Kemudian Tante Vera terlentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badanku maju dan mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan bergoyang-goyang karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Vera semakin mendesah.

"Ough.., Mas..",tiba-tiba Tante Vera memelukku sedikit agak mencakar punggungku.
"Ough Mas..,aku keluar lagi..",kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya.
Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus menggoyang kutanya Tante Vera.

Oughh Mas.., aku keluar lagi..
"Tante... Aku keluarin dimana Tante..?,di dalam boleh nggak..?"
"Terrseerraahhh..":,desah Tante Vera. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, terasa menggembung membesar di dalam memek Tante Vera ada sesuatu yang akan di muntahkan oleh burungku.

uuhhgghhh, cruuttt.., ada ada kenikmatan yang luar biasa. Akbhirnya spermaku aku muntahkan dalam memek Tante Vera sampai tuntas, dan aku masih tak berhenti memompa menggerakkan badanku rupanya kali ini Tante Vera menggeliat orgasme kembali, dia gigit dadaku. Lalu kutarik kontolku dari lobang memek yang basah oleh sperma.
"Mas Apui.., Mas Apui.., hebat kamu Mas"
Kulihat spermaku melelh keluar dari lobang memek Tante yang masih menganga, sperma kental putih itu merembet di selangkangan dan menetes kemeja.

Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Vera masih tetap telanjang telentang di atas meja.
"Mas Apui.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup di gedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak di gedor Tante jadi marah..",kata Tante menggodaku sambil memainkan puting dan clirotisnya yang masih nampak bengkak.
"Tante ingin Mas Apui sering bantuin Tante tutup warung",kata Tante sambil tersenyum genit.
Lalu aku pulang.., baru terasa loyo sekali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat lewat di depan warung Tante Vera, aku di panggil Tante.

"Rokoknya sudah habis ya.., ntar malam beli lagi ya..?, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyk- banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Vera tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here